Senhus’s Weblog

Briker V.Kilat

Posted by: senhus on: Mei 25, 2010


All Konfigurasi Default Briker :

Alamat IP default:
IP Address : 192.168.2.2
Subnet mask : 255.255.255.0

Default console login (SSH port 22):
Username : support
Password : Briker

Default web login (HTTP port 80):
Username : administrator
Password : Briker

Tampilan Web:

Installasi :

tugas teori organisasi umum 2

Posted by: senhus on: Mei 24, 2010

ARTIKEL EKONOMI :

Pengertian konsumen :
konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”

Pendekatan kardinal dan Ordinal

Dalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu :
1.Pendekatan Cardinal
2.Pendekatan Ordinal

1. Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:

a.Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
b.Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c.Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.
Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
d.Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.
Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal.

Asumsi seorang konsumen
1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
3.Terdapat kendala anggaran

2.Pendekatan Ordinal

Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.

Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :

1.Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2.Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3.Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.
Pendekatan ordinal membutuhkan tolok ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama.

ELASTISITAS DAN MACAM-MACAM BESARAN ELASTISITAS
Pengertian Elastisitas

Elastisitas adalah ukuran derajad kepekaan jumlah permintaan terhadap perubahan salah satu faktor yang mempengaruhi

Konsep Dasar Elastisitas

Elastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahan di bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran.
Dalam bidang perekonomian daerah, konsep elastisitas dapat digunakan untuk memahami dampak dari suatu kebijakan. Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapat mengetahui dampak kenaikan pajak atau susidi terhadap pendapatan daerah, tingkat pelayanan masyarakat, kesejahteraan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi, dan indikator ekonomi lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas. Selain itu, konsep elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikan pendapatan daerah terhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu. Dengan kegunaannya tersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakan dalam memutuskan prioritas dan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesar bagi kemajuan daerah. Elastisitas dapat mengukur seberapa besar perubahan suatu variabel terhadap perubahan variabel lain. Sebagai contoh, elastisitas Y terhadap X mengukur berapa persen perubahan Y karena perubahan X sebesar 1 persen. Elastisitas Y terhadap X= % perubahan Y / % perubahan X Untuk memudahkan pemahaman terhadap konsep tersebut, berikut ini akan dibahas berbagai jenis elastisitas. Pembahasan elastisitas ini dijelaskan dalam konteks pasar, yaitu antara permintaan dan penawaran barang. Dengan memahami konsep tersebut, Pemerintah Daerah nantinya akan mampu mengaplikasikan konsep tersebut dalam pemerintahan daerah sesuai konteks yang dihadapi, baik dalam hal Pemerintah Daerah menjadi penyedia barang dan jasa publik maupun dalam berbagai kondisi lainnya.

Macam-macam besaran elastisitas:

1. elastisitas permintaan.
2. elastisitas permintaan dan total penerimaan.
3. elastisitas penerimaan.
4. elastisitas silang.
5. elastisitas penawaran.
6. elastisitas fisika dasar
7. elastisitas harga dari permintaan
Memahami pengertian produsen
Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan adalah konsumen.Fungsi Produksi
Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan dengan lancar dan hasil produksinya pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh pemakainya.
Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian, akan tetapi bersama-sama dengan bagian – bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu perlu diadakan koordinasi kerja, agar semua bagian dapat berjalan dengan beiringan, sehingga akan mencegah terjadinya benturan – benturan antar bagian.
Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan yang baik saja pun akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya, ternyata harus di pikirkan juga agar jangan sampai terjadi hasil produksinya bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk memproduksinya terlalu besar.
Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu.
Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :
1. Tepat Jumlah
2. Tepat Mutu
3. Tepat Waktu
4. Tepat Ongkos/Harga
Jumlah produk yang dihasilkan sebaiknya direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akan mengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif.
Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.
Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :
1. Perencanaan Produk
2. Perencanaan Luas Produksi
3. Perencanaan Lokasi Pabrik
4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5. Perencanaan Bahan Baku
6. Pengaturan Tenaga Kerja
7. Pengawasan Kwalitas
Sumber

Penjelasan mengoptimalkan produksi
Mengoptimalkan produksi adalah upaya meningkatkan nilai dari suatu produksi. Seperti meningkatkan kualitas produksi, jumlah produksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dsb.
MENGOPTIMALKAN PRODUKSI
Pemanfaatan dan pengembangan potensi sumberdaya perairan pantai dan laut menjadi paradigma baru pembangunan di masa sekarang yang harus dilaksanakan secara rasional dan berkelanjutan. Kebijakan ini sangat realistis karena didukung oleh fakta adanya potensi sumberdaya laut dan pantai yang masih cukup besar peluang untuk pengembangan eksploitasi dibidang perikanan baik penangkapan maupuan usaha budidaya ikan.
Sebagai kabupaten baru Tanah Bumbu yang dulunya termasuk dalam wilayah Kabupaten Kota Baru telah ditetapkan sebagai suatu Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet), berdasarkan Kepres Nomor 11 Tahun 1998 tanggal 19 Januari 1998 (Anonim 2004b), tetantang penetapan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dan sesuai dengan peruntukannya berdasarkan pada rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
Untuk itu perlunya eevaluasi terhadap pembangunan yang telah dicapai khususnya sektor perikanan budidaya tambak meliputi aspek kesesuaian lahan dan pemanfaatan lahan maupun aspek ekonomis untuk budidaya berdasarkan lingkup Kapet Batulicin, dengan demikian maka perlu dilakukan penelitian terhadap aspek usaha dan pola pemanfaatan ruang budidaya di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Batulicin ini, hal ini berguna untuk membantu pemerintah daerah dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan perikanan budidaya di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu.
II. MATERI DAN METODE
3.1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dimana menurut Moch. Nazir (2003), metode survey adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual.
3.2. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang Lingkup penelitian adalah Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Batulicin yang berada pada Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.
3.3. Wilayah Kajian dan Variabel Penelitian
Wilayah kajian penelitian adalah Kabuapaten Tanah Bumbu meliputi Kecamatan Batulicin, Kusan Hilir, Sei Loban dan Kecamatan Satui,
3.4. Parameter dan Variabel Penelitian
Parameter penelitian yang diamati adalah kesesuaian lahan budidaya, pemanfaatan lahan, serta aspek ekonomis dari usaha budidaya tambak.
3.4.1. Parameter Kesesuaian Lahan
Terbagi atas dua komponen yaitu berdasarkan aspek kesesuaian tata ruang berdasarkan RTRW Kapet Batulicin dan kesesuan lahan berdasarkan aspek fisika dan kimia perairan tambak dengan kriteria kesesuaian lahan budidaya tambak DKP (2002) meliputi :
a. Parameter topografi tanah : kelerengan, tekstur, drainase dan ketebalan gambut.
b. Parameter fisika : suhu air, kecerahan dan pola amplitudo pasang surut air laut.
c. Parameter kimia : oksigen terlarut, Amoniak, salinitas, pH dan H2S.
d. Parameter iklim : curah hujan dan hari hujan.
3.4.2. Parameter Pemanfaatan Lahan
Parameter pemanfaatan lahan meliputi variabel :
a. Luas lahan yang termanfaatkan untuk kegiatan budidaya udang windu dan luas lahan yang diperuntukan untuk kawasan budidaya.
b. Tekanan penduduk, merupakan laju pertambahan tingkat pemanfaatan sumberdaya kawasan yang dinilai dengan penduduk sekitarnya.
c. Persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan lahan, merupakan tanggapan masyarakat terhadap suatu kawasan.
3.4.3. Parameter Aspek Ekonomi
a. Tingkat produksi dan penerimaan dari budidaya udang windu.
b. Biaya produksi (biaya tetap dan biaya variabel)
c. Tingkat keuntungan
d. Kelayakan usaha
3.5. Jenis dan Sumber data
Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder.
3.6. Instrumen Penelitian
Instrumen Penelitian untuk variabel kesesuaian lahan dilakukan pengukuran langsung di lapangan (insitu) dan pengumpulan data sekunder serta untuk variabel pengamatan pemanfaatan lahan dan aspek ekonomis digunakan daftar pertanyaan (kuisioner).
3.7. Teknik Pengambilan Sampel
a. Pengambilan sampel untuk variabel pemanfaatan lahan dan aspek ekonomis dengan teknik proporsional sampling (10% dari jumlah populasi RTP di masing-masing kecamatan) kecamatan Batulicin jumlah populasi 169 RTP, Kecamatan Kusan Hilir 420 RTP, Kecamatan Sei Loban 247 RTP dan Kecamatan Satui 230 RTP.
b. Untuk variabel kesesuaian lahan berdasarkan aspek fisika dan kimia dilakukan pengukuran pada stasiun pengamatan (insitu) berdasarkan desa yang telah ditentukan dan penentuan stasiun pengamatan dilakukan dengan teknik acak sederhana (simple random sampling) yaitu dengan melakukan pengundian pada setiap lokasi tambak (RTP) pada tiga desa dan dilakukan pengulangan sampel sebanyak 3 kali setiap lokasi.
3.8. Analisis Data
3.8.1. Analisis Kesesuaian Lahan
Analisis yang dilakukan adalah analisis keruangan yang dilakukan dengan cara mengkaji ruang budidaya yang telah dimanfaatkan dengan rencana tata ruang Kapet Batulicin, sesuai dengan kebijakan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu yang dituangkan dalam Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Pengambangan Ekonomi Terpadu Batulicin (RUTR Kapet Batulicin) dan Peraturan Daerah (Perda).
Selanjutnya untuk mendapatklan kesesuaian lahan berdasarkan parameter fisika dan kimia perairan dilakukan pembobotan terhadap nilai parameter. Penyusunan matrik kesesuaian merupakan dasar dari analisis keruangan. Matrik disusun melalui kajian pustaka dan diskusi ekspert sehingga diketahui parameter syarat yang dijadikan acuan dalam penyusunan model ini. Syarat yang dimaksud adalah parameter utama, parameter sekunder dan parameter pendukung.
Dalam penelitian ini setiap parameter di bagi dalam tiga kelas yaitu sesuai, kurang sesuai dan tidak sesuai Kelas sesuai di beri nilai 3, kurang sesuai 2 dan tidak sesuai 1, selanjutnya setiap parameter dilakukan pembobotan berdasarkan parameter yang memberikan pengaruh lebih kuat diberi bobot lebih tinggi dari parameter yang lebih lemah. Total skor dari hasil perkalian nilai parameter dengan bobotnya tersebut selanjutnya dipakai untuk menentukan klas kesesuaian lahan budidaya tambak udang
Dengan pembagian syarat-syarat tersebut, maka disusun matrik dengan sistem penilaian pada Tebel 3 berikut ini.
Tabel Kriteria Kesesuaian Lahan Budidaya Tambak Udang Windu
Parameter Kisaran Angka Penilaian Bobot Skor Sumber
DO
(mg/l) >6
3 – 6
< 3 3
2
1
3 9
6
3 Anonim, 2007b
Salinitas (o/oo) 15 – 25
10 – 14 atau 25 – 30
< 10 atau 30 3
2
1 3 9
6
3 Anonim, 2007b
Suhu
(oC) 29 -30
26 – 29 atau 30 – 32
32 3
2
1
2 6
4
2 Anonim, 2007b
Kecerahan (cm) 30 – 40
25 – 30 atau 40 – 60
60 3
2
1 2 6
4
2 Anonim, 2007b
Ibnu Dwi Buono (1993)
H2S
(mg/l) 0,2 3
2
1 2 6
4
2 DKP, 2002
pH 7,5 – 8,5
6 – 7,5
8,5 3
2
1 2 6
4
2 DKP, 2002
Ibnu Dwi Buwono (1993)
Amoniak (mg/l) 0,5 3
2
1 2 6
4
2 DKP, 2002
Ibnu Dwi Buwono (1993)
Kelerengan
(αo) 3o 3
2
1 1 3
2
1 DKP, 2002
Tekstur (cm) Halus
Sedang
Buruk 3
2
1 1 3
2
1 DKP, 2002
Amplitudo Pasut (m) 1,5 – 2,5
1-1,5 & 2,5- 3,0
3 3
2
1 1 3
2
1 DKP, 2002
Curah Hujan (mm/th) 2500 – 3000
1000-2000 / 3000-35000
3500 3
2
1 1 3
2
1 DKP, 2002
Sumber : Adopsi dan modifikasi SK 34/Men/2002. Anonim, 2007b, Ibnu Dwi Buwono (1993) dan DKP 2002.
Interval kelas kesesuaian lahan berdasarkan metode equal interval (Eddy Prahasta, 2007). Perhitungannya adalah sebagai berikut :
(Σ ai.Xn)-(Σai.Xn)min
I =
k
Keterangan :
I : Interval klas kesesuaian lahan
K : Jumlah klas kesesuaian lahan yang dinginkan
Tabel Nilai skor minimum, skor maksimum dan bobot untuk Kesesuaian lahan Budidaya Tambak Udang windu
No Kriteria Nilai
Min Nilai
Mak Bobot Total Skor
Min Mak
1 DO (mg/l) 1 3 3 3 9
2 Salinitas (o/oo) 1 3 3 3 9
3 Suhu (oC) 1 3 2 2 6
4 Kecerahan (cm) 1 3 2 2 6
5 H2S (mg/l) 1 3 2 2 6
6 pH 1 3 2 2 6
7 Amoniak (mg/l) 1 3 2 2 6
8 Kelerengan (αo) 1 3 1 1 3
9 Tekstur (cm) 1 3 1 1 3
10 Amplitudo Pasut (m) 1 3 1 1 3
11 CH (mm/th) 1 3 1 1 3
Total 20 63
Berdasarkan rumus dan perhitungan di atas diperoleh interval klas kesesuaian lahan sebagai berikut :
60 – 20
I = = 13,33
3
Maka diperoleh penilaian (Skor) kelas kesesuaian lahan untuk budidaya tambak udang windu adalah seperti Tabel berikut :
Skor Tingkat Kesesuaian Keterangan
48 – 61
Sangat Sesuai Daerah ini tidak mempunyai pembatasan yang serius untuk menerapkan perlakuan yang diberikan atau hanya mempunyai pembatasan yang tidak berarti atau tidak berpengaruh secara nyata terhadap penggunannya dan tidak akan menaikan masukan atau tingkat perlakuan yang diberikan.
34 – 47
Sesuai Daerah ini mempunyai pembatas-pembatas yang agak serius untuk mempertahankan tingkat perlakuan yang diterapkan, pembatas ini akan meningkatkan masukan atau tingkat perlakuan/penggunaan yang diberikan.
20 – 33
Tidak sesuai Daerah ini mempunyai pembatas permanen, sehingga mencegah segala kemungkinan perlakuan/penggunaan pada daerah tersebut.
3.8.2. Analisis Pemanfaatan Lahan
Untuk menentukan luas lahan yang termanfaatkan untuk kegiatan budidaya tambak dilakukan dengan membandingkan luasan lahan yang termanfaatkan untuk kegiatan budidaya tambak dengan luasan lahan yang diperuntukan untuk kawasan budidaya tambak.
Untuk mengetahui tekanan penduduk (population pressure) terhadap suatu kawasan, rumus yang digunakan adalah : (Suryanto, 2004)
(Si/Pi) – (So/Po)
PP = X 100%
(So/Po)
Dimana :
PP : Laju pertumbuhan tekanan penduduk So
So : Jumlah sumberdaya yang dimanfaatkan pada tahun ke – 0
Si : Jumlah sumberdaya yang dimanfaatkan pada tahun ke – I
Po : Jumlah penduduk/pemanfaatan pada tahun ke – 0
Pi : Jumlah penduduk/pemanfaatan pada tahun ke I
Dengan kriteria sebagai berikut
Skor : > 80 – 100%, Sangat serius
Skor : 60 – 79%, Lebih dari serius
Skor : 40 – 59%, Serius
Skor : 20 – 39%, Kurang serius
Skor :
Selanjutnya hasil persepsi masyarakat dilakukan analisis regresi dan korelasi untuk mengatahui model regresi dan keeratan hubungan fungsional yang terbentuk dari umur, tingkat pendidikan dan lama usaha tambak terhadap persepsi masyarakat tentang tatarung kawasan budididaya.
3.8.3. Analisis Ekonomis
Biaya (Soekartawi, 1995) :
TC : FC + VC
Dimana :
TC : Total Cost/Biaya total
FC : Fixed cost/Biaya tetap
VC : Variabel cost/ Biaya variable
Penerimaan (Soekartawi, 1995) :
TR : Yi . Pyi
Dimana :
TR : Total Revenue/Penerimaan total
Y : produksi yang diperoleh dalam suatu usaha i
Py : Harga Y
Pendapatan bersih/Keuntungan (Soekartawi, 1995) :
Pd : TR – TC
Dimana :
Pd : Pendapatan bersih (keuntungan)
TR : Total revenue / penerimaan total
TC : Total cost/Biaya total
Kelayakan :
Untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu usaha dapat dilakukan analisis perbandingan penerimaan total dengan biaya total (Hernanto, 1989), dengan persamaan :
RCR : TR/TC
Dimana :
RCR : Revenu Cost Ratio
TR : Total revenue / penerimaan total
TC : Total cost/biaya total
Dengan kriteria :
RCR : > 1, usaha layak
RCR : = 1, usaha impas
RCR :
Referensi :

1. Adi Kuswanto,Zuhad Ichyaudin,Buku Paket, Pengantar Ekonomi,Gunadarma, Jakarta,1991
2. Boediono, Ekonomi Mikro, BPFE, Yogyakarta
3. Iskandar Putong, Ekonomi Mikro & Makro, Ghalia Indonesia,Jakarta, 2003
4. Pratama Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi )Edisi Revisi, LPFE UI, Jakarta, 2004
5. Sadono Sukirno, Pengantar Makro Ekonomi, Rajawali Pers, Jakarta,1999
6. Soedijono Rekso Prayitno, Ekonomi Mikro, Pengantar Ekonomi Mikro Edisi Millenium, BPFE UGM, Yogyakarta,2000
7. http://paperusadvance.blogspot.com
8. http://cassonsmart.blogspot.com
9. chaerdevilzc0der.wordpress.com
10. ziakhalidah.blogspot.com

tugas sofskill (artikel ekonomi)

Posted by: senhus on: April 3, 2010

ARTIKEL EKONOMI

NAMA : JAKA HUSEN

NPM : 11108055

KELAS : 2KA14

PENDAHULUAN

Kata ekonomi (economy) berasal dari kata Yunani yang mengandung arti “one who manages the household”. Arti ini secara literal berasal dari dua suku kata yang selama ini kita fahami, oicos dan nomos. Sedangkan ilmu ekonomi atau ekonomika atau economics adalah ilmu yang mempelajari manajemen rumah tangga tersebut. Menurut Lipsey et al. (1999) definisi ekonomika adalah ilmu sosial yang mempelajari tentang masalah ekonomi. Lebih lanjut, menurut Lipsey, definisi yang cukup baik adalah menurut Alfred Marshall yang mengartikan political economy atau economics sebagai sebuah studi tentang manusia dalam urusan hidupnya sehari-hari. Dengan kata lain ekonomika adalah sebuah studi tentang penggunaan sumber daya yang langka (scarce) untuk memenuhi keinginan manusia (yang tidak terbatas).

Bab 1
Ruang Lingkup Ekonomi

A. Pengertian Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.

1. Macam-Macam Kebutuhan :

Dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.
Di bawah ini akan diberikan jenis, macam aneka ragam definisi atau pengertian dari tiap-tiap kebutuhan manusia selama hidupnya di dunia :
a. Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, tidak sederhana dan berlebihan yang timbul setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan skunder. Contohnya adalah mobil, antena parabola, pda phone, komputer laptop notebook, tv 50 inchi, jalan-jalan ke hawaii, apartemen, dan lain sebagainya.

b. Kebutukan Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang benar-benar amat sangat dibutuhkan orang dan sifatnya wajib untuk dipenuhi. Contohnya adalah seperti sembilan bahan makanan pokok / sembako, rumah tempat tinggal, pakaian, dan lain sebagainya.
c. Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah merupakan jenis kebutuhan yang diperlukan setelah semua kebutuhan pokok primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Misalnya seperti makanan yang bergizi, pendidikan yang baik, pakaian yang baik, perumahan yang baik, dan sebagainya yang belum masuk dalam kategori mewah.
e Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mental
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contohnya seperti mendengarkan musik, siraman rohani, beribadah kepada Tuhan YME, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, dan lain-lain.
f Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisik
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contohnya seperti makanan, minuman, pakaian, sandal, pisau cukur, tidur, buang air kecil dan besar, seks, dan lain sebagainya.

2. Macam-Macam Barang

a. Menurut CARA MEMPEROLEH
● Barang EKONOMI
● Barang BEBAS
Barang Ekonomi adalah barang yang untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan, yang
umumnya dihitung berdasarkan nilai uang.
Barang Bebas adalah barang yang untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan.
b. Menurut TUJUAN PENGGUNAAN
● Barang KONSUMSI
● Barang PRODUKSI
Barang Konsumsi adalah barang yang dapat memenuhi kebutuhan secara langsung
Barang Produksi adalah barang yang merupakan alat bantu dalam proses produksi
c. Menurut PROSES PRODUKSI
● Barang DASAR
● Barang SETENGAH JADI
● Barang JADI
Barang Dasar atau bahan mentah adalah barang yang belum diolah dan merupakan bahan baku
dalam proses produksi
Barang Setengah Jadi adalah barang yang telah diolah tetapi belum siap digunakan secara
sempuna. Barang ini masih diperlukan proses produksi lebih lanjut
Barang Jadi adalah barang yang siap digunakan memenuhi kebutuhan
d. Menurut HUBUNGAN dengan barang lain
● Barang SUBSTITUSI
● Barang KOMPLEMENTER
Barang Substitusi adalah barang yang dapat menggantikan fungsi utama barang yang digantikan
Barang Komplementer adalah barang yang berfungsi melengkapi barang lain sehingga barang
tersebut dapa memenuhi kebutuhan secara sempurna
e. Menurut KUALITAS
● Barang SUPERIOR
● Barang PERTENGAHAN
● Barang INFERIOR
Barfang Superior adalah barang berkualitas tinggi, sehingga memberikan prestise begi pemakai
Barang Pertengahan adalah barang berkualitas sedang
Barang Inferior adalah barang dengan kualitas rendah
f. Menurut JAMINAN
● Barang BERGERAK
● Barang TIDAK BERGERAK
Barang Bergerak adalah barang yang mudah dipindhpindahkan,
biasanya digunakan sebagai
jaminan pinjaman jangka pendek (kurang 1 tahun)
Barang Tidak Bergerak adalah barang yang sukar / tidak dapat dipindhpindahkan,
biasanya
digunakan sebagai jaminan pinjaman jangka panjang (lebih 1 tahun)

Masalah-Masalah Ekonomi :

 Apa Dan Berapa Yang Diproduksi
 Bagaimana Cara Berproduksi
 Untuk Siapa Barang Diproduksi

Produksi :
KEGIATaN EKONOMI
1. Produksi, Kegiatan membuat barang atau menghasilkan jasa, misalnya perusahaan barang, sekolah, rumah sakit.
2. Distribusi kegiatan menyalurkan barang atau jasa, misalnya berdagang, mengantarkan koran, menyalurkan tenaga kerja.
3. Konsumsi kegiatan menggunakan barang atau jasa, misalnya memakan, memakai pakaian atau naik becak dan angkutan kota uksi, yaitu kegiatan membuat barang atau menghasilkan jasa, misalnya perusahaan barang, sekolah, rumah sakit.
TUJUAN PRODUKSI
1. Menghasilkan barang atau jasa
2. Untuk memenuhi kebutuhan manusia
3. Ingin meraih keuntungan
4. Membuka lapangan pekerjaan
MACAM-MACAM KEGIATAN PRODUKSI
1. Menghasilkan barang baru, misalnya dalam pertanian
2. Mengubah bentuk barang, misalnya membuat kerajinan
3. Mengambil kekayaan alam, misalnya menangkap ikan di laut
4. Menyimpan barang, misalnya pergudangan
5. Pemasaran barang, yaitu menyalurkan barang sampai ketangan konsumen
6. Pemindahan hak milik dengan melakukan transaksi
7. Memberikan pelayanan pada konsumen
MACAM-MACAM TINGKATAN PRODUKSI
1. Produksi ekstraktif, kegiatan produksi yang bergerak dibidang pengambilan atau pemanfaatan langsung sumber daya alam tanpa diolah terlebih dahulu.
2. Produksi agraris,kegiatan produksi yang bergerak dibidang pengolahan atau pengelolaansumber daya alam.
3. Produksi industri, yaitu kegiatan produksi yang bergerak dibidang pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi.
4. Produksi niaga, kegiatan produksi yang bersifat menambah nilai guna barang dengan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
5. Produksi jasa,
6. kegiatan produksi yang bergerak dibidang pelayanan.
FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI
1. SUMBER DAYA ALAMDapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui
2. TENAGA KERJATerdidik, terlatih dan tidak terdidik dan tidak terlatih
3. MODALBergerak dan tidak bergerak, tetap dan lancar
4. KEWIRAUSAHAANTekhnologi, Manajemen dan organisasi
CARA MENINGKATKAN JUMLAH DAN KUALITAS HASIL PRODUKSI
1. Intensifikasi Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan tanpa menambah faktor produksi.
2. Ekstensifikasi Usaha peningkatan jumlah dan kualitas hasil produksi dengan cara menambah faktor produksi.
3. Diversifikasi Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan penganekaragaman hasil produksi.
4. Rehabilitasi Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan mengganti faktor produksi yang telah rusak dengan yang lebih baru.
5. Mekanisasi Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan mengganti faktor produksi tradisional dengan mesin-mesin produksi yang bersifat mekanik.
6. Rasionalisasi Usaha menambah jumlah dan kualitas hasil produksi dengan mengurangi faktor faktor produksi yang tidak penting atau membebani biaya produksi.
DISTRIBUSI
Distribusi adalah kegiatan manusia dalam menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen baik langsung maupun tidak langsung tanpa merubah bentuk dan fungsi barang.
Tujuan Distribusi
1. menyalurkan barang sampai ke konsumen
2. meraih keuntungan
3. memperlancar proses produksi4. membantu konsumen mendapatkan barang
Pelaku Distribusi Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Distributor dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Pedagang, yaitu orang atau lembaga yang membeli dan menjual barang atau jasa dengan resiko ditanggung sendiri.
2. Perantara, yaitu orang atau lembaga yang hanya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan jual beli tanpamenanggung resiko atas barang yang diperjual belikan.
Pedagang dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Pedagang besar (whole seller), yaitu pedagang yang membeli barang dalam jumlah besar langsung kepada produsen dan menjualnya kepada perantara. Misalnya importir, eksportir, grosir.
2. Pedagang kecil (retail), yaitu pedagang yang membeli barang dalam jumlah kecil kepada pedagang besar dan menjualnya kepada konsumen. Misalnya warung, pedagang asongan, mall, kios.

Perantara dibagi menjadi :
1. Agen, perantara yang bertugas menjual barang dari sebuah lembaga produsen di wilayah tertentu dengan harga yang ditetapkan produsen. pendapatannya disebut gaji, bonus.
2. Komisioner, perantara atas nama sendiri dan tidak bertanggung jawab kepada salah satu produsen. Pendapatannya disebut komisi.
3. Makelar, perantara atas nama sebuah lembaga distribusi. Terikat pada peraturan yang telah disepakati dan pendapatannya disebut kurtasi atau provisi.
Macam-macam sistem distribusi
Dalam menyalurkan barang atau jasa, distributor melakukannya dalam tiga cara, yaitu :
1. Distribusi langsung, yaitu distribusi yang dilakukan langsung oleh produsen kepada konsumen. Biasanya dilakukan bila barang tidak tahan lama dan luas pasar kecil.
2. Distribusi semi langsung, distribusi yang mempergunakan jasa agen menjual barangnya di wilayah tertentu sebagai perwakilan produsen. misalnya dalam otomotif kita kenal dengan ATPM atau Agen Tunggal Pemegang Merek.
3. Distribusi tidak langsung, yaitu distribusi yang melalui banyak perantara seperti grosir,
warung, pedagang asongan.
faktor yang menentukan pemilihan sistem distribusi diantaranya :
1. Jenis barang yang dijual (Otomotif, makanan atau sayuran, elektronik)
2. Sifat barang (tahan lama atau tidak tahan lama)
3. Besar modal yang dimiliki
4. Luas pangsa pasar
5. Tekhnologi
KONSUMSI
Adalah kegiatan manusia mempergunakan atau mengurangi nilai guna suatu barang baik secara langsung maupun tidak langsung. Pelaku konsumsi disebut konsumen.
Tujuan konsumsi
1. Memenuhi kebutuhan
2. Mencapai kepuasan
Pelaku konsumsi
1. Rumah tangga keluarga
2. rumah tangga perusahaan
3. Rumah tangga negara
Teori konsumsi :
Dikemukakan oleh Gossen yang terdiri atas dua teori, yaitu : Gossen I: “ jika pemenuhan suatu kebutuhan dilakukan secara terus menerus maka kenikmatan atas pemenuhan tersebut semakin lama akan semakin berkurang
“Gossen II : “ pada dasarnya manusia cenderung memenuhi berbagai macam kebutuhannya sampai pada tingkat kepuasan yang sama”. Factor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang :Jumlah pendapatan, gaji, upah, bonus, komisi. Selera Tingkat pendidikan Status socialLatar belakang pendidikan/budaya/agama Perkembangan ilmu dan tekhnologi
Tiga asas anggaran rumah tangga keluarga, yaitu :
1. Surplus yaitu kondisi dimana jumlah pendapatan lebih besar daripada pengeluaran,sehingga
terdapat sisa atau saldo
2. Balance yaitu kondisi dimana jumlah pendapatan sama besaar dengan jumlah pengeluaran
3. Defisit yaitu kondisi dimana jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah pengeluaran.
Pendapatan :
penambahan kemampuan daya beli seseorang yang diperoleh dari pengorbanan tertentu. Jenis-jenis pendapatan terbagi kedalam beberapa macam, yaitu
a. Gaji Pendapatan yang bersifat kontinyu atau terus menerus dan dalam jumlah relatif tetap sebagai balas jasa dari suatu pekerjaan formal. Contohnya , gaji pegawai negeri dan gaji direktur.
b. Upah Pendapatan yang bersifat tidak menentu dan dalam jumlah yang relatif berbeda sebagai balas jasa dari pekerjaan non formal. Contohnya upah kuli bangunan dan pegawai honorer.
c. Sewa Pendapatan dari pemanfaatan sumber daya, misalnya sewa rumah, tanah atau gedung.
d. Bonus Pendapatan lebih karena melebihi suatu target tertentu. Bonus penjualan dan pemasaran yang melebihi target.
e. Hadiah Pendapatan dari hasil prestasi yang telah diraih. Misalnya hadiah juara lomba lari.

Bab 2
Penentuan Harga Berdasarkan Permintaan dan Penawaran
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.
A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

http://babejoko.web.id

http://organisasi.org

http://organisasi.org

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.